MENGGAPAI MIMPI
Abil dan Ririn adalah dua sahabat sejati, mereka berteman dari kecil hingga saat ini. ketika mereka sudah remaja, ada yang berbeda dari pertemanan mereka kali ini karena saat ini mereka sudah mulai mengenal dengan yang namanya CINTA. Ada rasa cemburu, isi dan bahkan perasaan saling mengkhianati tetapi ada satu yang tidak berubah dari mereka berdua yaitu menggapai mimpi menjadi sukses.
![]() |
| Merek berjalan untuk mencari sebuah impian |
Untuk hal satu ini mereka tak pernah selisih paham, selalu kompak menggapai mimpi yang mereka inginkan. " Abil, ingat pesan orangtua mu. Apa kamu ingin mengulangi kesalahan mereka!" Ucap Ririn. Saat itu Ririn sama sekali tidak ingin melihat sahabatnya terjebak dalam situasi yang sulit. apalagi hanya sekedar masalah cinta yang tak jelas akhirnya.
"Aku bukan cemburu, terserah jika kamu mau menemani aku sampai mati, aku suka tapi bukan itu masalahnya, masalahnya adalah kamu sudah lupa tujuan kamu kesini, ingat mimpi kamu", teriak Ririn yang nasehatnya tidak didengarkan. "Memangnya salah mengerjakan dua hal sekaligus", ucap Abil membela diri.
"Salah, karena kamu sudah terbukti tidak mampu melakukannya, kamu masih ingat bukan saat dulu menjelang ujian SMP!", ucap Ririn dengan nada serius, "dulu masalah cinta, dan sekarang akan diulang lagi!", tambahnya. Kata orang, hidup adalah pilihan. begitulah kenyataan yang dirasakan oleh kedua remaja tersebut. segala keterbatasan yang ada membuat mereka sudah tidak suka harus memilih mana yang harus didahulukan.
Orang tua mereka tidak cukup kaya untuk memberi bekal uang ataupun harta. Yang menjadi bekal mereka adalah cerita sedih kegagalan dipecundangi hidup. Karena itulah, dalam situasi apapun Abil dan Ririn pada akhirnya harus menyerah kembali ke jalan yang seharusnya. "Kita tidak boleh gagal, kita harus bisa sampai dan menggapai mimpi kita", Ucap ririn.
"Daripada kita pusing dengan hal-hal semacam itu, bagaimana jika kita ikut seminar saja?", ajak ririn suatu hari. "Males ah, belajar terus", jawab abil. "Eh kamu tega membiarkan aku jalan sendiri, bagaimana kalo aku digoda cowok?", jawab ririn manj. "Ah kamu itu bisa saja kalo merayu, bagaimana kita pacaran ajah?", ucap abil mengejek, "Ogah ah, pengangguran gtu, hehehe ......", Jawab ririn sambil tertawa.
![]() |
| Mereka selalu bersama dalam suka maupun duka. |
Melalui canda tawa kecil, mereka selalu bisa mengalihkan sedih dan kedukaan, karena sebenarnya, kebersamaan mereka sejak kecil telah menumbuhkan rasa sayang diantara mereka. Berkat ririn yang sabar dan berkat abil yang memiliki insting tajam, akhirnya mereka bisa membuktikan pada dunia bahwa mereka mampu. Menjadi pengusaha sukses kini telah di depan mata, bekal ketekunan mereka dalam belajar kini mereka sudah mulai berani menentukan arah.
![]() |
| Akhirnya mereka selalu menjadi pasangan yang bahagia. |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar